" Hingga hari ini, belum ada kami terima pertolongan. "
Demikian catat yang memiliki akun facebook Juanti Muara Lawa memberi komentar foto dua tempat tinggal yang sisi atapnya terendam air warna kopi-s*u*s*u, keruh.
Foto-foto itu diangkat rekannya sesama pemakai sosial media facebooker, yang memiliki akun Putra Alia.
Foto diunggah Kamis (31/3/2016) pagi.
Putra Alia memasukkan info, " Mudah-mudahan beberapa keluarga kita yang mengalami musibah banjir seperti ini, ada perhatian dari pemerintah serta DPR Kubar. "
" Amin, kawan.
Mudah-mudahan untuk warga yang terserang banjir dapat secepat-cepatnya bisa pertolongan dari pemerintah serta DPR Kubar. "
Ratusan Tempat tinggal sampai 3 Mtr.
(Tribunkaltim. co/Febriawan) - Beberapa warga di kampung itu pilih bertahan dengan membangun tenda darurat di atap tempat tinggalnya. Foto di ambil Minggu (27/3/2016).
Putra Alia lalu menimpali, " Bila cocok Pileg serta Pilkada, aman neh, banyak yang datang. " Terlebih dulu dikabarkan www.
TribunKaltim. co, Permukiman warga dua kecamatan yaitu Kecamatan Damai, serta Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan timur, dirundung banjir, Minggu (27/3/2016), minggu lantas.
Air yang meluap dari Sungai Kedang Pahu meraih ketinggian sampai 3 mtr., bahkan juga beberapa tempat tinggal terendam sampai tentang sisi atapnya.
Satu diantara tempat yang terendam banjir yaitu Kampung Damai Kota, Kecamatan Damai, Rumah-rumah terendam banjir setinggi tiga mtr..
Atap
Kampung Damai Kota adalah satu dari 14 kampung di bantaran sungai yang ada di Kecamatan Damai.
Diprediksikan ada kurang-lebih 6. 000 bangunan tempat tinggal berpernghuni yang digenangi.
Warga korban banjir di Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat Kalimantan timur, menginginkan pertolongan dari Pemerintah Daerah serta DPRD setempat.
Sebab, nyaris satu minggu pascabanjir, mereka belum mendaparkan uluran tangan.
Berdasar pada pantauan www.
TribunKaltim. co, Senin lantas, warga banyak mengharapkan pertolongan dari pihak luar.
Jalan Tambang
" Mana bantuannya pak, mana bantuannya mas, " teriakan untuk teriakan itu terdengar terang dari mulut orang-orang Kampung Damai Kota, yang tempat tinggalnya terendam banjir, Senin itu.
Beberapa warga yang tempat tinggalnya terendam banjir pilih mengungsi ke tempat sanak saudara.
Sesaat warga yang lain pilih bertahan diatas atap tempat tinggalnya dengan membanguan tenda-tenda darurat.
Salah seseorang warga RT 02 Kampung Damai Kota, Lisdam (47) menjelaskan, banjir itu telah berlangsung mulai sejak empat hari kemarin, serta puncaknya pada Minggu tempo hari " Waktu dirumah saya, air telah setinggi tiga mtr., " ujanya.
Pria yang akrab disapa Pak Jenggo ini menjelaskan, walau sekarang ini orang-orang di kampung itu terserang bencana banjir yang menyebabkan perekonomian jadi lumpuh.
Hingga Minggu (27/3/2016), ia berbarengan beberapa ribu anggota orang-orang yang lain, belum terima pertolongan.
" Kami belum menyentuh pertolongan apapun, baik itu makanan ataupun pertolongan lain, " tuturnya.
Banjir yang berlangsung akhir Maret ini, adalah bencana banjir yang ke-2 dihadapi orang-orang kampung setempat di th. ini, serta dua-duanya belum ada pertolongan.
" Kami belum terima pertolongan apapun, " katanya.
Sekarang ini persediaan makanan serta keperluan mengkonsumsi untuk bertahan hidup telah mulai menipis, yang sebentar lagi akan habis.
" Kami minta pihak berkaitan untuk lakukan suatu hal manfaat untuk mengurangi beban kami ini, " katanya.
Hal seirama juga disampikan Arifin (45) warga Kampung Damai Kota.
Untuk sekarang ini ia berbarengan ke tiga anak serta istrinya pilih bertahan dirumah, dengan bangun tenda di atap, karena tempat tinggal serta seisinya telah terendam banjir.
" Bila tidak dijaga takut tenggelam, terbawa arus, " tuturnya.

