Jangan Cuek Lagi, Sayangi Keluargamu Karena Kamu Tidak Pernah Tahu Apa Yang Akan Terjadi…Bagikan Info Bila Anda Setuju!!!



Saya hidup bersama dengan kakekku saat saya berumur 15 th.. Pada hari itu, saya pergi bermain bersama dengan rekanku hingga jam 10 malam.
Dan sesampainya saya dirumah, saya tidak bercakap dengan kakek sekalipun.


Seperti biasa, saya juga mengunci kamarku, lantas aku menelepon rekanku serta bergosip dengan begitu gembira.
Saat itu pas jam 11 malam, kakek juga datang mengetuk pintu kamarku sambil memanggil namaku. Sebelumnya kakek benar­benar hingga ke kamarku dan
mengetuk pintu, saya telah mendengar nada langkah kakinya.

Saya juga selekasnya hentikan semua yang saya lakukan ketika itu.
Aku cuma bergumul dalam hati, " Aduh, nyebelin banget deh! Tidak tau deh dia ingin ngapain?
 Mending saya pura­pura tidur saja deh. " Saya juga tidak memperdulikannya saat kakek memanggil namaku 2 x dengan pelan­pelan.
Dia juga tak memanggilku lagi lantaran tak ada jawaban dariku serta menduga saya telah tidur.

Jam 6 pagi, satu telephone juga berbunyi.
 " Halo? "
 " Halo, maaf mengganggu, ingin bertanya nih, kakek ada dirumah tidak? "
 " Ini siapa ya? "
 " Apakah anda cucu perempuannya? "
 " Iya, benar. "

 " Saya yaitu petugas pemadam kebakaran.
Kami dahulu pernah memasang alarm kritis darurat di rumahmu lantaran kami saksikan kakekmu hidup sendirian saja.
 Namun telah 2 jam ini kakekmu tak ada tanggapan sama sekali. Apakah anda dapat menolong kami untuk mengecheck kondisi kakekmu, mungkin saja dia tengah mandi atau pergi keluar? "


Saya juga bergegas pergi ke kamar kakek serta segera menjerit saat aku lihat apa yang ada di depanku, " Kakek! Kakek! " Saya memanggilnya sambil menggoyangkan semua badannya. Badan kakek telah sangat dingin saat saya memegangnya. Dengan begitu ketakutan juga aku berusaha untuk mengangkat tanganku ke hidungnya untuk melihat apakah kakekku masihlah bernapas atau tidak. Tidak ada. Saya juga masih belum menyerah, kucoba untuk mengecheck denyut nadi di tangannya. Dan yang kudapat, tidak ada lagi…

Saya benar­benar tidak paham harus bagaimana, saya juga mengangkat telephone serta segera berkata dengan nada yang gemetar, " Kakekku telah tak bernapas lagi! " Serta di seberang sana cuma berkata, " Anda jangan panik dahulu ya, kami bakal kirim orang ke sana. " Saya juga berlutut di samping tempat tidur sembari menangis, " Kakek! Bangun dong, kek! Saya begitu sayang kepadamu. Maafkan saya, kakek cepetan bangun, ya? Janganlah tinggalkan saya! "

Setelah tiba dirumah sakit, kakek didiagnosa mengalami penyumbatan pada jantungnya yang pada akhirnya menyebabkan dia meninggal dunia. Dia bahkan telah meninggal 2­3 jam waktu lalu.
Saya yang umumnya tidak suka menangis di depan orang lain juga tidak dapat menahan tangisanku lagi.

Apa yang ingin kakek katakan kepadaku saat kakek memanggilku saat itu?
Apakah menginginkan mengakatakan bila dia tengah tidak enak badan?
Mengapa saya tak memperdulikannya?
Kalau saja saya tak pura­pura tidur mungkin saja saya telah mengantarnya ke tempat tinggal sakit. Mungkin saja saja masalahnya tidak akan serumit ini... Pulang rumah, masuk ke kamar, lihat computer terus­terusan, setiap hari aku segera menempatkan uang sarapan diatas meja, serta hari ini juga tidak ada bedanya sama sekali.

Saat ini kakek telah pergi, saya baru mengerti kalau saya sangat kepadanya.
 Bila saya ingat­ingat lagi, saya telah lama sekali tak melihat kakek tertawa.
Setiap saat saya pulang ke rumah serta balik ke kamar, kamarku telah rapi dan bersih, bajuku bahkan juga telah terlipat rapi.
Hal yang dari dahulu saya tidak suka saat ini jadi hal yang saya rindukan. Rutinitas ini juga bikin rumah jadi begitu sunyi.

Sudah bawa kunci belum?
Telah makan belum?
Tidur pagian ya!
Jangan main computer lagi!
Jangan pulang malam­malam, gunakan yang lebih tebal ya soalnya di luar cuacanya lagi dingin. Jangan menelepon selalu dong. Saat kamar cewek berantakan begini?
Telah ngerjain peer belum? "

Saat ini semua ini cuma jadi masa lalu saja.
Sesudah peristiwa ini, saya juga mulai belajar untuk memerhatikan keluargaku serta tidak akan cuek dengan mereka lantaran saya tidak ingin peristiwa ini terulang lagi!
Penyesalan ini sudah cukup membuatku sakit sekali saja

Subscribe to receive free email updates: