
Remaja Islami nan sejati yang siaga dengan hati dan b1r4hi, tidak sembarang lirik kesana-kemari lebih-lebih s3ntvh sana-sini.
Remaja yang punyai hati dan waspada dengan hati tidak akan sembarang main curi-curi terutama sampai m3lukai, sebab ia punyai Tuhan yang senantiasa ditaati, ia memiliki Malaikat yang senantiasa mewanti-wanti dan ia punyai iman dan taqwa yang selalu menasihati.
Ia akan berani saat dianya serta dia sudah jadi pasangan yang resmi, meraih ridho orang-tua dan ridho Ilahi.
Tidak perlu banyak janji, cukup lakukan lewat cara syar’i serta memulai hidup berumah tangga dengan basmalah, sakinah mawaddah warahmah in sha Allah.
Remaja yg tidak punyai hati nurani, braninya main gombalis4si dan curi-curi, setelah dicuri serta disakiti lalu tidak berani membuatnya pasangan sehidup s3m4t1, karena c1nt4nya yaitu b1r4h1 yg tidak teratasi, ujung-ujungnya si pacar jadi sensasi percakapan orang-orang yang menyanyat hati, beberapa bisa - dapat si pacar bvnvh d1ri.
Aduhai, tega sekali dirimu lelaki yg tidak punyai harga diri!
Kekeliruan sesama yang selanjutnya disesali, yah sayang sekali sudah berlangsung, apa menginginkan dikata ia m3ny3ntvh orangnya mulai sejak pertama jumpa, tidaklah lewat hati dan perasaan yang sempurna.
Apa bisa dikata, dia sudah mendatanginya sebelum mendatangi ke dua orangtuanya, hingga Tuhan juga mvrk4 kepadanya.
Kairo, 5 Mei 2016.