
Sendiri dalam penantian,
menyepikan hati cuma untuk
seorang yang layak untuk
tempati.
Dia yang berani setia,
tidak cuma mengumbar
katakata bahagia tanpa ada berani
untuk memastikan hari di mana kita
dipersatukan.
Dipersatukan dalam
satu jalinan yang halal,
jalinan dua anak manusia yang
tidak sama latar belakang.
Bila dia jodohku, jagalah dia dalam
kebaikan serta pertemukan kami di
saat yang pas.
Saat dimana
kita berdua benarbenar siap serta mantap untuk memiliki status baru.
Tidak lagi
bergantung karenanya ada orang-tua serta tanggung jawab hidup akan kita pikul berbarengan.
Jaga kami dalam kebaikan, tidak apa sama-sama mengharapkan serta sama-sama menjauhi.
Lantaran jodoh
tidak mesti senantiasa berbarengan sebelumnya kepel4m1nan.
Sibukan kami dalam kebaikan sehingga
kami siap serta lupa lamanya penantian.
Penantian yang terkadang memberi kesangsian dan
hilangnya keyakinan bila kau yaitu jodoh yang disiapkan untuk ku.
Kita sama samasama tidak tau, bila nanti kau serta saya bakal berbarengan. Berbarengan bukan
cuma berdua, namun ada keluarga yang kita satukan serta ada jalan yang kita pesiapkan.
Ibu
serta ayahmu bakal jadi ibu serta ayahku juga, begitu juga demikian sebaliknya.
Jadi janganlah sungkan
bila kau kelak ingin puang ke mana, kau yaitu sisi yang saya dapatkan serta akhirnya
dipersatukan.
Permasalahan jodoh bukanlah siapa cepat dia bisa, ini masalah kesabaran dalam penantian serta soal
kepercayaan akan satu ketetapan.
Tentu kau akan tiba bertamu, tentu kita bakal berjumpa,
walaupun saat ini saya belum ta. u siapa namamu.
Jodohu bolehkan saya sebut namamu dalam doa, Namun Allah lebih tau kemana hati ini akan
tertuju serta semestinya ada.
Bila yang saya sebut namanya dalam doa tidak jadi apa
yang saya berharap serta tidak dipersatukan.
Kita mengharapkan setiap doa akan semakin
mendekatkan dengan yang mempunyai takdir serta memberi kebaikan dan berkaitan.